Jurnal Adalah Marwah Perguruan Tinggi


Pengelolaan jurnal ilmiah di perguruan tinggi tidak hanya untuk memenuhi tuntutan akreditasi, lebih dari itu siapa saja yang aktif dalam mengelola jurnal di perguruan tinggi dituntut untuk berkorban banyak hal. Jurnal merupakan marwah dan reputasi kampus sehingga ikon kemajuan sebuah perguruan tinggi dapat diukur dari publikasi jurnal ilmiah yang dihasilkan.

Demikian poin penting dari Prof Dr Syamsul Maarif, Kepala Pusat Penelitian LP2M UIN Walisongo Semarang, dalam sambutannya di Bedah Jurnal Islamic Review IPMAFA di ruang LPPM UIN Walisongo, Senin (27/05/2019).

Pengelolaan jurnal membutuhkan ketelitian dan kesabaran dalam banyak hal baik teknis maupun non teknis yang tidak dapat digantikan dengan balasan material. Prof Syamsul menambahkan bahwa jurnal yang baik harus memperhatikan hal-hal substantif kejurnalan meliputi paradigma jurnal, metodologi, novelty, abstrak dan distingsi keilmuan yang sesuai dengan visi-misi jurnal itu sendiri.

Selain itu, teknis pengelolaan yang berbasis OJS juga harus diperhatikan sebagai upaya memenuhi common sense jurnal atau seleksi administratif sehingga jurnal ilmiah perguruan tinggi layak dipublikasikan. Common sense ini seperti tampilan antarmuka (interface) yang eye catching, kejelasan alur pemuatan artikel dari awal sampai terpublikasi, proses review dan bukti kerja reviewer, aspek kebahasaan dan referensi, indeksasi, dll yang semua itu akan menjadi dasar penilaian dalam akreditasi jurnal.
Jurnal Adalah Marwah Perguruan Tinggi Jurnal Adalah Marwah Perguruan Tinggi Reviewed by Ipmafa News on 19:04 Rating: 5

No comments:

Theme images by sndr. Powered by Blogger.