Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPMAFA menyelenggarakan kegiatan Sharing and Mapping Session sekaligus Sosialisasi Bantuan Penelitian Litapdimas Tahun Anggaran 2026 pada Rabu, 21 Januari 2026. Kegiatan yang bertempat di Aula Lantai 2 IPMAFA tersebut diikuti oleh dosen serta peneliti di lingkungan IPMAFA.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang utuh kepada para dosen dan peneliti terkait kebijakan, skema, serta tema-tema prioritas hibah penelitian Litapdimas Tahun Anggaran 2026, sekaligus memetakan tema-tema riset dan klaster-klaster penelitian.
Kegiatan diawali dengan sambutan sekaligus pengarahan dari Wakil Rektor I Bidang Akademik IPMAFA, Dr. A. Dimyati, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya budaya penelitian bagi dosen sebagai bagian dari pengembangan keilmuan dan peningkatan kualitas institusi. Selain itu, beliau juga mengingatkan para peserta untuk memahami dan mencermati tema-tema prioritas dalam program bantuan penelitian Litapdimas Tahun Anggaran 2026 agar rencana penelitian yang diajukan lebih terarah dan memiliki peluang lebih besar untuk lolos. Pada kesempatan tersebut, beliau juga memberikan motivasi kepada para dosen agar lebih produktif dalam kegiatan-kegiatan penelitian.

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Sharing and Mapping yang dipimpin oleh Muh. Luthfi Hakim, M.H selaku Ketua LPPM IPMAFA. Pada sesi ini, para peserta diajak berdiskusi dan berbagi gagasan penelitian. Selain itu LPPM juga memfasilitasi pemetaan minat dan kompetensi dosen yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengelompokan dan pembentukan tim peneliti sesuai bidang keahlian dan klaster penelitian Litapdimas. Pemetaan ini dimaksudkan untuk memperkuat kolaborasi riset serta meningkatkan kualitas dan daya saing proposal yang akan diajukan dalam Hibah Penelitian Litapdimas Tahun 2026.
Melalui kegiatan ini, LPPM IPMAFA berharap seluruh dosen dan peneliti semakin memahami mekanisme dan arah kebijakan hibah penelitian Litapdimas, sekaligus lebih siap dan strategis dalam menyusun proposal penelitian yang berkualitas, relevan, dan berdaya saing.